Melihat Peluang Dari Ekonomi Syariah di Indonesia

Tips
Spread the love

Artikel kali ini akan membahas mengenai ekonomi syariah atau dikenal juga dengan sistem ekonomi yang berpatokan pada ajaran umat Islam. Indonesia merupakan negara dengan penganut agama Islam terbanyak di dunia. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah mengatur dengan baik segala aspek kehidupan di dunia agar dapat selamat di akhirat kelak. Berbagai aspek kehidupan mulai yang sederhana hingga yang kompleks telah diatur dan tercantum dalam Al-Quran maupun hadis nabi. Segala sesuatu yang Allah ciptakan di bumi tentu memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

Peran Ekonomi Dalam Kehidupan Manusia

Ekonomi menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan, yang juga diatur dengan sangat baik dalam agama Islam. Sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah mengenal sistem ekonomi bahkan sebelum adanya mata uang. Uang menjadi salah satu bukti pembayaran yang sah ketika Anda hendak melakukan jual beli. Meskipun saat ini dalam sistem ekonomi tidak hanya berpatokan pada uang dengan wujud nyata, banyak jenis harta yang tidak berwujud seperti saham.

Sebagai negara yang masih berkembang, masyarakat Indonesia masih memiliki pendapatan per kapita yang rendah dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Hal tersebut tentunya mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia setiap tahunnya. Bank sebagai salah satu institusi tempat menabung maupun meminjam uang pun menganut berbagai paham ekonomi. Ada bank yang menganut paham ekonomi konvensional, ada pula yang menganut paham ekonomi syariah atau yang mengikuti syariat Islam.

Perbedaan Ekonomi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan antara paham ekonomi syariah dan konvensional yaitu prinsip pelaksanaan yang kemudian mempengaruhi tujuan, proses, hingga hasil yang didapat. Berikut ini beberapa perbedaan antara ekonomi syariah dan konvensional.

  • Prinsip Dasar Pelaksanaan Sistem Ekonomi

Prinsip dasar menjadi salah satu poin penting dalam penyelenggaraan proses perbankan. Sistem ekonomi konvensional menerapkan prinsip agama Islam, dimana ekonomi dan agama mempunyai suatu ikatan yang sangat kuat yaitu dalam hal ibadah. Manusia diciptakan ke muka bumi untuk beribadah kepada Allah, termasuk pula dalam hal ekonomi. Sedangkan ekonomi konvensional sangat menjunjung tinggi kepuasan individu agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  • Nasabah sebagai Mitra

Dalam proses ekonomi akan dikenal adanya nasabah yang menjadi konsumen dalam proses ekonomi. Baik di bank syariah maupun bank konvensional tentunya berusaha mencari nasabah sebanyak-banyaknya. Namun hubungan yang terjalin antara kedua bank ini berbeda, pada bank syariah nasabah merupakan mitra dalam proses ekonomi. Sedangkan pada bank konvensional, nasabah berperan sebagai debitur atau kreditur.

  • Dasar Hukum Pelaksanaan Ekonomi

Prinsip utama yang menjadi dasar hukum pelaksanaan ekonomi antara bank syariah dan konvensional berbeda. Bank konvensional yang diawasi oleh lembaga tertentu dan pihak internal memiliki dasar hukum positif. Pada bank syariah menggunakan dasar hukum yang terkandung pada Al-Quran, hadis nabi, serta fatwa dari ulama.

  • Jenis Perjanjian dalam Proses Kredit

Bank syariah mengenal istilah perjanjian mudhorobah yang disepakati oleh dua pihak yaitu bank dengan mitra. Hal ini menjadi perbedaan yang mendasar, karena bank konvensional menerapkan sistem perjanjian baku. Nasabah bank yang bertindak sebagai debitur atau kreditur hanya bisa langsung menerima aturan baku yang dibuat oleh bank. Nasabah tidak bisa ikut andil dalam perumusan perjanjian baku, lain halnya dengan bank yang menerapkan sistem ekonomi syariah.

  • Investasi Jangka Panjang

Ekonomi syariah yang berpegang teguh pada prinsip agama menjunjung tinggi kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Riba merupakan salah satu perbuatan yang dilarang oleh agama dan tidak akan selamat orang yang melakukan riba kelak di akhirat. Penerapan ekonomi syariah ini menjadi investasi jangka panjang agar dapat bahagia di dunia maupun akhirat kelak. Prinsip ini membuat bank syariah berbeda dengan bank konvensional yang mengutamakan profit. Keuntungan menjadi salah satu hal yang dicari-cari dalam ekonomi konvensional.

  • Pengawasan Pelaksanaan Sistem Ekonomi

Pada proses pelaksanaan sistem ekonomi syariah dan konvensional berbeda dalam hal pengawasannya. Sistem ekonomi konvensional yang didasari oleh hukum positif diawasi oleh lembaga pemerintah dan hukum positif itu sendiri. Sedangkan pada sistem ekonomi syariah diawasi oleh dewan pengawas hukum syariah yang terdiri dari ulama, memiliki ilmu tentang fiqih muamalah. Hal ini juga untuk menjaga proses ekonomi syariah agar sejalan dengan hukum dalam Al-Quran, Hadist nabi, maupun fatwa ulama.

Bagaimana Peluang Ekonomi Syariah Di Negara Dengan Mayoritas Muslim?

Ekonomi syariah memiliki peranan yang cukup penting, apalagi bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam. Prinsip utama yang dipegang oleh ekonomi syariah yang sejalan dan sesuai dengan syariat Islam sejalan dengan agama yang umumnya dianut oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi para pelaku ekonomi syariah.

Bagi Anda yang masih bingung hendak menabung dimana, maka bank dengan prinsip ekonomi syariah ini dapat menjadi pilihan yang tepat. Apabila hendak mencari asupan modal pun Anda dapat menjadi mitra dari ekonomi syariah yang berprinsip bebas riba. Bunga pinjaman yang ada di bank dengan prinsip ekonomi syariah pun berbeda dengan bank konvensional.

Pada bank dengan prinsip ekonomi konvensional bunga telah ditetapkan di awal dan tanpa persetujuan dari nasabah terlebih dahulu. Sedangkan pada bank dengan prinsip ekonomi syariah tidak ada bunga mengembang, dan tidak mengedepankan mencari profit. Hal ini tentunya akan memberikan keringanan Anda untuk membayar uang yang dipinjam tanpa adanya bunga yang memberatkan. Meskipun tanpa bunga mengambang layaknya bank konvensional, bank syariah juga tetap mendapatkan keuntungan sesuai dengan kesepakatan antara pihak bank dengan mitra.